Komposter Elektrik Biophosko® KE-100L Composter

Min. Pembelian
1 Unit
Update Terakhir
20 / 12 / 2016
  • Harga
    Hubungi Kami
  • Unit

Jl. Virgo Raya No 16 Perum Bumi Cahaya Bintang Sei Besar Banjarbaru, Banjarbaru
Indonesia 70714

Kota
Banjarbaru
Login Terakhir
06 / 04 / 2016
Member Sejak
May 2004
Atau Hubungi:
08XX-XXX-XXX
Deskripsi Produk

Detail Komposter Elektrik Biophosko® KE-100L Composter

Komposter Elektrik Biophoskko® KE-100L diciptakan untuk memenuhi keinginan para pehobies tanaman hias, bunga dan pencinta lingkungan - yang memiliki kegemaran, kepedulian dan keinginan mengolah sampah organik ( material yang berasal dari makhluk hidup tumbuhan, hewan dan manusia) guna mendapatkan kompos dan pupuk cair secara praktis.

Dimensi PLT Komposter Elektrik BioPhosko® ( Panjang x Lebar x Tinggi) ini adalah = ( 55 cm x 55 cm x 85 ) cm, terbuat dari bahan fiber, plastik dan motor engine hasil perakitan ( assembling) aneka spare part mesin cuci dikota Batam, memerlukan daya listrik 330 watt, 220 Volt. Dengan Komposter elektrik Biophoskko® , membuat kompos dan terutama pupuk cair menjadi mudah dan sangat praktis.

Tatacara membuat kompos dari bahan sampah dengan menggunakan komposter elektrik Biophoskko® KE-100L:

1. Siapkan bahan berupa sampah organik ( sisa makanan, material berasal dari tumbuhan dan hewan ) untuk sekali proses dalam Komposter Elektrik sesuai kapasitas alat yakni 30 liter atau setara 10 kg, kemudian penggembur ( bulking agent) Green Phoskko 3 % dari bahan sampah ( 300 gram) serta Aktivator Kompos Green Phoskko ( bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp) sebanyak 1 permil ( 1 sendok makan) ,

2. Larutkan bahan Aktivator Green Phoskko sebanyak 1 permil ( 1 sendok makan) kedalam air mineral atau air sumur ( sedapat mungkin hindarkan air ledeng yang mengandung kaporit dan kimia pembersih) sekitar 5 liter, aduk beberapa kali dan simpan dalam pot siram 4 jam sebelum digunakan untuk pertamakalinya,

3. Masukan sampah yang berukuran sekitar 15 mm, sebagaimana ukuran umumnya sampah makanan ( foodwaste) dan sampah dapur. Bagi sampah ukuran besar- seperti sampah pasar pada umumnya - agar terlebih dahulu mendapat perajangan sebelum dimasukan kedalam komposter.

4. Masukan penggembur ( bulking agent ) kompos sebanyak 3 % dari berat sampah atau setara dengan 300 gram. Penggembur ini berguna untuk menyerap bakteri merugikan ( pathogen) penyebab bau busuk- yang umum terdapat dalam sampah organik yang telah tersimpan tanpa oksigen atau sampah bukan segar.

5. Cipratkan mikroba aktivator kompos Green Phoskko® ( compost activator) yang merupakan hasil pelarutan serbuk mikroba ( mikroba dalam keadaan dorman tersimpan dalam serbuk tertentu) kedalam air mineral atau air sumur ad-2 tadi melalui pot siram,

6. Putar saklar timer ( sebelah kanan alat) untuk menghidupkan sistim pengadukan komposter KE-100L selama 10 menit - yang sebelumnya telah terhubung ke sumber listrik 330 watt, dan komposter akan mati ( off) dalam menit ke 10. Hidupkan saklar timer ini sekali saat adonan kompos dimasukan komposter sampai kompos dipanen pada hari ke 5 ( dari sampah terakhir yang dimasukan) , Pada hari ke 3, jika proses pembuatan kompos secara aerob berjalan baik, akan terjadi reaksi panas dan mengeluarkan uap,

7. Pada hari ke 5 sejak pemasukan adonan kompos terakhir, adonan telah selesai fermentasi dengan tanda mulai mendingin dan berwarna hitam. Pada saat ini siapkan jerigen plastik - penampung kapasitas 5 liter - dan masukan slang pembuangan kedalam jerigen serta kemudian hidupkan tombol membilas ( spinning) di sebelah kiri alat. Komposter akan memeras adonan bahan kompos tadi sehingga terpisahkan antara air lindi hasil proses aerob ( leacheate) dengan kompos padat. Tambahkan air sebanyak 10 x sampai 30 x dari jumlah cairan leacheate ini, maka kompos cair siap digunakan sebagai pupuk organik cair ( POC) . Gunakan dalam keperluan pemupukan tanaman, baik dengan cara disiramkan atau dikocor ke sekitar perakaran tanaman maupun disemprotkan dengan menggunakan sprayer ke area daun dan batang,

8. Setelah diperkirakan cairannya habis, keluarkan adonan kompos padat, simpan dan angin-anginkan di tempat teduh dan bebas dari sinar matahari langsung serta air hujan.

9. Pada keesokan harinya, satu hari sejak dikeluarkan dari komposter, adonan akan kering, hitam dan gembur. Dengan dipukul-pukul sejenak, adonan kering tersebut akan pudar dan remah. Adonan kering dan remah itulah kompos, yang kalau diayak ( screen) akan terpisahkan bagian kompos dengan butiran halus dan dilain pihak terdapat kompos butiran besar. Sesuai keperluan dalam penggunaannya sebagai kompos bagi tanaman, kompos ukuran besar masih bisa dikembalikan kedalam komposter untuk diolah lagi bersamaan dengan bahan atau adonan kompos yang baru,

10. Selama masa penggunaan komposter elektrik, bahan sampah hari ke 2 dan seterusnya dapat ditambahkan tanpa akan mengganggu proses aerob composting yang berlangsung sebelumnya.

Tips Transaksi Aman

Indonetwork.co.id adalah direktori online yang mempertemukan pembeli dan penjual. Kami tidak menjamin transaksi yang terjadi diantara penjual dan pembeli, oleh karena itu kedua belah pihak diharap dapat berhati - hati dalam melakukan transaksi.

  • Telfon/email penjual sebelum transaksi.
  • Jangan terburu-buru transfer DP dengan janji harga murah,dsb.
  • Cek kesamaan semua dokumen KTP, invoice, nomor rekening, alamat usaha penjual, dsb.
  • Lakukan COD untuk pembelian pertama, jika lokasi memungkinkan.
Baca Selengkapnya >>>